<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4314145466858499880</id><updated>2011-07-08T00:33:33.130-07:00</updated><title type='text'>denniz iqbal</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://denisiqbal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>denniz iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03485822162348319321</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aCChwS5p9hI/SsGVb2q38sI/AAAAAAAAAAM/sXSrILDhpFY/S220/DSC00185.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4314145466858499880.post-5621136112675779293</id><published>2010-04-10T04:39:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T04:45:06.423-07:00</updated><title type='text'>देसैग्न web</title><content type='html'>web desaign sangat penting menambah wawasan manusia....!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;design web merupakan  proses merancang halaman web, situs web, Wweb atau aplikasi multimedia untuk Web. Memanfaatkan berbagai disiplin ilmu, seperti animasi, authoring, desain komunikasi, identitas korporat, desain grafis, interaksi manusia-komputer, arsitektur informasi, interaksi desain, pemasaran, fotografi, mesin pencari optimasi dan tipografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa situs yang saya jadikan contoh penilaian berdasarkan salah satu prinsip diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Worldwidestore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari prinsip pertama ( Metaphore ),  situs ini sudah sesuai dengan prinsip Metaphore.  Situs ini membahas mengenai penjualan peninggalan-peninggalan benda kuno seperti artefak, perhiasan dan lain-lain.  Dan tidak ketinggalan pula, situs ini dilengkapi dengan informasi mengenai benda-benda kuno tersebut. Sehingga para pembaca/pembeli dapat mengetahui tentang benda kuno tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Schwab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari prinsip kedua ( Clarity ), Situs ini jelas berisi mengenai bisnis berbagai macam saham (investasi). Situs bertujuan untuk memberikan informasi bagi sang investor seperti mengenali produk yang diinvestasikan, dan transaksi mengenai produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Santafean&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari prinsip ketiga ( Consistency) , isi dari situs ini menurut saya memenuhi dari prinsip consistency ( Ketetapan) , karena dalam situs ini walaupun memiliki bermacam – macam kategori , namun masih memiliki keterpaduan dalam bidang seni ( ART ) , atau dengan kata lain isi dari situs ini memiliki ketetapan dalam hal seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Delta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari prinsip keenam ( contrast ) , situs ini dibuat dengan semenarik mungkin dengan penempatan fitur – fitur yang strategis , sehingga fitur – fitur tersebut dapat memudahkan pengunjung situs dalam mencari informasi mengenai pemberangkatan pesawat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4314145466858499880-5621136112675779293?l=denisiqbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denisiqbal.blogspot.com/feeds/5621136112675779293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2010/04/web.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/5621136112675779293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/5621136112675779293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2010/04/web.html' title='देसैग्न web'/><author><name>denniz iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03485822162348319321</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aCChwS5p9hI/SsGVb2q38sI/AAAAAAAAAAM/sXSrILDhpFY/S220/DSC00185.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4314145466858499880.post-7170251262775768940</id><published>2010-03-27T06:24:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T06:29:11.072-07:00</updated><title type='text'>अप इतु डेसिधथांन  DESAIGN</title><content type='html'>Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (”proportion”) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Leksikal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Merupakan tingkatan yang paling rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Yaitu bentuk icon pada layar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pada bahasa manusia, ekuivalen dengan bunyi dan ejaan suatu kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sintaksis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Yaitu urutan dan struktur dari input dan output.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pada bahasa manusia, ekuivalen dengan grammar suatu kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Semantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Yaitu arti dari percakapan yang berkaitan dengan pengaruhnya pada struktur data internal komputer dan/atau dunia eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pada bahasa manusia, ekuivalen dengan arti yang berasal dari partisipan dalam percakapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam user interface, istilah dialog hampir mirip dengan tingkat sintaksis, tetapi juga meliputi sifat-sifat leksikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JENIS-JENIS DIALOG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Command Language&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Merupakan paradigma user interface yang pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Contoh: MS-DOS shell, UNIX shell, dBase.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tujuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Konsistensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Penamaan dan pemberian singkatan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Melakukan tugas perancangan dapat membantu meminimalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. WIMP (Window, Icon, Menu, Pointer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfokus pada Menus, Buttons, Forms, Icons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Direct Manipulation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kesinambungan tampilan dari objek-objek dan aksi-aksi yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Cepat, dapat dikembalikan, peningkatan aksi dimana efeknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat segera terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Penggantian dari sintaks command language dengan manipulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langsung pada objek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PDA dan Pen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menjadi lebih umum dan penggunaan yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tampilan yang lebih kecil (160x160 atau 320x240).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tombol-tombol yang lebih sedikit, interaksi melalui “pen” (atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;stylus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Peningkatan wireless, warna, memory yang lebih besar, CPU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan OS yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Palmtop vs Handheld.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Speech dan Natural Language&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speech (Suara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah getaran pada suara menimbulkan buny&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut, tenggorokan, bibir membentuk bunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Input speech:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pengenalan speaker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pengenalan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pemahaman bahasa natural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natural Language:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memberi arti pada kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Input dapat berupa suara atau dari keyboard&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4314145466858499880-7170251262775768940?l=denisiqbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denisiqbal.blogspot.com/feeds/7170251262775768940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2010/03/desaign.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/7170251262775768940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/7170251262775768940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2010/03/desaign.html' title='अप इतु डेसिधथांन  DESAIGN'/><author><name>denniz iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03485822162348319321</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aCChwS5p9hI/SsGVb2q38sI/AAAAAAAAAAM/sXSrILDhpFY/S220/DSC00185.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4314145466858499880.post-7599011225856299827</id><published>2010-03-12T01:30:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T01:32:11.556-08:00</updated><title type='text'>ROBOT</title><content type='html'>Film I Robot ini bercerita pada tahun 2035 ketika ada seorang ilmuan yang menciptakan robot tetapi memiliki perbedaan dengan robot lainnya yaitu robot tersebut memiliki hati dan dapat menirukan ekpresi orang lain dengan kata lain robot itu mempunyai kecerdasan buatan. Dapat merasakan rasa marah,bahagia,dll. Pada suatu ketika ilmuwan tersebut mati yang di duga mati karena bunuh diri. Pada akhirnya datanglah seorang detektif yang di beri tugas untuk menyelidiki kasus tersebut. Dan setelah di selidiki ternyata pembunuh ilmuwan adalah robot ciptaan professor itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Setelah di selidiki ternyata ada satu robot yang memiliki kelebihan sendiri,dia di ciptakan sang professor untuk memimpin robot-robot lainnya. Setelah robot-tersebut menguasai kota tiba-tiba perilaku mereka berubah,yang awalnya robot tersebut diciptakan untuk membantu meringankan pekerjaan manusia berbalik menjadi ingin menguasai,menyandera manusia dan merusak kota. Sampai akhirnya sang detektif dapat menyelidiki akar penyebab penyimpangan tersebut yang ternyata diakibatkan oleh virus alias otak komputer yang mengendalikan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komentar saya :&lt;br /&gt;film ini sangat menarik dan bagus untuk di tonton. banyak manfaat yang bisa diambil,terutama untuk generasi muda sekarang dan orang-orang teknik.Karena film ini menceritakan betapa hebat nya suatu teknologi yang canggih untuk masa depan. Teknologi bisa menguntungkan karena dapat membantu meringankan pekerjaan-pekerjaan yang dirasa berat oleh manusia,namun bisa juga merugikan di saat manusia sudah menjadi ketergantungan akan teknologi, seperti yang diceritakan di film i robot ini. Manusia harus tetap menjadi pengendali teknologi bukan teknologi yang mengendalikan manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4314145466858499880-7599011225856299827?l=denisiqbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denisiqbal.blogspot.com/feeds/7599011225856299827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2010/03/robot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/7599011225856299827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/7599011225856299827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2010/03/robot.html' title='ROBOT'/><author><name>denniz iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03485822162348319321</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aCChwS5p9hI/SsGVb2q38sI/AAAAAAAAAAM/sXSrILDhpFY/S220/DSC00185.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4314145466858499880.post-274692293769775526</id><published>2010-03-12T01:19:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T01:21:54.697-08:00</updated><title type='text'>पेंगेर्तियन प्रिंसिप Usability</title><content type='html'>Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. sedangkan Usability adalah masalah optimasi penggunaan sistem oleh pengguna. Sistem yang baik akan dipergunakan secara maksimal oleh pengguna sehingga semua kemampuan sistem dapat termanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Usability :&lt;br /&gt;• Human Ability&lt;br /&gt;• Human Capabilities&lt;br /&gt;• Memori&lt;br /&gt;• Proses&lt;br /&gt;• Observations&lt;br /&gt;• Problem Solving&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Human Ability&lt;br /&gt;BAIK&lt;br /&gt;- Kapasitas Long Term Memory (LTM) tidak terbatas&lt;br /&gt;- Durasi LTM tidak terbatas dan komplex&lt;br /&gt;- Kemampuan memahami tinggi&lt;br /&gt;- Mekanisme konsentrasi powerful&lt;br /&gt;- Pengenalan pola pikir powerful&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BURUK&lt;br /&gt;- Kapasitas Short Term Memory (STM) terbatas&lt;br /&gt;- Durasi STM terbatas&lt;br /&gt;- Akses yang tidak dapat diandalkan pada STM&lt;br /&gt;- Proses yang cenderung salah&lt;br /&gt;- Proses yang lambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Human Capabilities&lt;br /&gt;Faktor manusia ini harus diperhatikan, karena dari sinilah desain yang&lt;br /&gt;lebih baik didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;User perlu mengetahui hal-hal berikut dalam merancang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Penginderaan / Panca indra (Mata, Telinga, Peraba)&lt;br /&gt;    * Proses informasi&lt;br /&gt;    * Sistem Motor &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses informasi pada manusia terdiri dari 3 sistem utama :&lt;br /&gt;1. Perseptual&lt;br /&gt;- Menangani sensor dari luar&lt;br /&gt;- Sebagai buffer untuk menampung masukkan yang diterima dari&lt;br /&gt;indera manusia&lt;br /&gt;- Diproses (diterima) untuk diteruskan ke otak (memori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kognitif : memproses hubungan keduanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sistem Motor : mengontrol aksi / respon (pergerakan, kecepatan,&lt;br /&gt;kekuatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memori&lt;br /&gt;• Memori menyimpan pengetahuan faktual dan pengetahuan&lt;br /&gt;prosedural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Terdapat 4 tipe memori :&lt;br /&gt;1. Perceptual Buffer (Memori Sensor)&lt;br /&gt;- Terbatas kapasitasnya.&lt;br /&gt;- Informasi yang masuk melalui indera tidak semua dapa&lt;br /&gt;diproses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Short Term Memory (STM)&lt;br /&gt;- Memori kerja menyimpan informasi yang dibutuhkan dalam&lt;br /&gt;waktu yang singkat / sementara pada saat kita sedang&lt;br /&gt;melakukan pekerjaan.&lt;br /&gt;- Dapat diakses dengan cepat, namun berkurang secara cepat&lt;br /&gt;pula&lt;br /&gt;- Metode digunakan untuk mengukur kapasitas, yaitu&lt;br /&gt;berdasarkan :&lt;br /&gt;a. Panjang suatu deret (sequence) yang dapat diingat secara&lt;br /&gt;terurut.&lt;br /&gt;b. Kemampuan mengingat kembali item-item secara acak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Intermediate&lt;br /&gt;Menyimpan untuk ke LTM&lt;br /&gt;4. Long Term Memory (LTM)&lt;br /&gt;- Penyimpanan utama untuk informasi faktual, pengetahuan&lt;br /&gt;berdasarkan eksperimen / pengalaman, aturan-aturan&lt;br /&gt;prosedur, tingkah laku, dsb.&lt;br /&gt;- Kapasitasnya lebih besar, waktu akses yang lebih lambat,&lt;br /&gt;serta proses hilangnya informasi lebih lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dua jenis LTM :&lt;br /&gt;a. Memori Episodik : menyimpan “data” kejadian atau&lt;br /&gt;pengalaman dam bentuk serial menurut waktu.&lt;br /&gt;b. Memori Semantik : menyimpan record-record fakta, konsep,&lt;br /&gt;keahliaan (skills) serta informasi lain yang diperoleh selama&lt;br /&gt;hidup dengan terstruktur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4314145466858499880-274692293769775526?l=denisiqbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denisiqbal.blogspot.com/feeds/274692293769775526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2010/03/usability.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/274692293769775526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/274692293769775526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2010/03/usability.html' title='पेंगेर्तियन प्रिंसिप Usability'/><author><name>denniz iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03485822162348319321</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aCChwS5p9hI/SsGVb2q38sI/AAAAAAAAAAM/sXSrILDhpFY/S220/DSC00185.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4314145466858499880.post-8819867794501480951</id><published>2010-03-12T01:07:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T01:19:07.715-08:00</updated><title type='text'>तुगास ANALISIS</title><content type='html'>Analisis tugas adalah proses mengkaji atau menganalisis bagaimana manusia melaksanakan tugas, apa saja yang mereka lakukan, peralatan yang mereka gunakan, dan hal-hal apa saja yang mereka perlu ketahui. Memeriksa tugas-tugas user untuk mengetahui dengan baik apa yang dibutuhkan user dari interface dan bagaimana mereka akan menggunakannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Analisis tugas memiliki ruang lingkup yang luas. Selain meliputi tugas-tugas yang melibatkan penggunaan komputer, analisis tugas juga memodelkan aspek-aspek dunia nyata baik yang menjadi bagian maupun tidak dalam system komputer. Misalnya, jika dilakukan analisis tugas terhadap pekerjaan pengolah kata (word processing), maka aktifitas mengambil kertas / dokumen dari filing cabinet, mengganti pita atau tinta komputer, memasukkan disket ke dalam drive akan menjadi bagian dari hal-hal yang tercakup didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;analis berusaha mengumpulkan data yang relevan secepat dan seekonomis mungkin. Bahkan jika dimungkinkan, seorang analis harus dapat memaksimumkan penggunaan sumber informasi murah yang sudah ada sebelum melakukan pengumpulan data yang memakan biaya. Berikut ini adalah beberapa sumber informasi yang dapat diper gunakan untuk membuat analisis tugas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Dokumentasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber data yang mudah didapat adalah dokumentasi yang telah ada di organisasi seperti buku manual, buku instruksi, materi training dan lain sebagainya. Dokumen-dokumen ini umumnya berfokus pada item tertentu dalam suatu peralatan atau software komputer. Dokumen manual peralatan tertentu misalnya, mungkin hanya memberikan informasi mengenai fungsi dari peralatan tersebut tidak bagaimana peralatan tersebut digunakan dalam pengerjaan suatu tugas. Selain itu juga mungkin terdapat dokumen peraturan perusahaan dan deskripsi tugas yang memberikan informasi mengenai tugas tertentu dalam konteks yang lebih luas. Namun perlu diperhatikan, dokumentasi jenis ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya memberitahukan bagaimana seharusnya suatu pekerjaan dilakukan bukan bagaimana sebenarnya seseorang melakukan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Observasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Observasi langsung baik secara formal maupun informal perlu dilakukan jika seorang analis ingin mengetahui kondisi dari pengerjaan tugas. Hasil observasi dan dokumentasi yang ada dapat digunakan untuk analisis sebelum memutuskan untuk melakukan pengumpulan data dengan tehnik lain yang memakan biaya. Observasi dapat dilakukan di lapangan atau dalam sebuah laboratorium. Jika observasi dilakukan di lapangan analis dapat mengetahui kondisi yang sebenarnya dari proses pengerjaan tugas. Sebaliknya, pada observasi yang dilakukan di labor atorium, analis dapat dapat lebih mengendalikan lingkungan dan umumnya tersedia fasilitas yang lebih baik. Observasi juga dapat dilakukan secara aktif dengan memberikan pertanyaan atau secara pasif dengan hanya memperhatikan obyek ketika sedang bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanya pada seorang yang ahli pada bidang tugas yang akan dianalisis seringnya merupakan cara langsung yang cepat untuk mendapatkan informasi mengenai suatu tugas. Ahli tersebut bisa saja si manager, supervisor, atau staf yang memang mengerjakan tugas tersebut. Wawancara kepada ahli sebaiknya dilakukan setelah observasi. Hasil observasi dapat direfleksikan dengan wawancara untuk mengetahui perilaku atau kondisi yang diinginkan dan tidak diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Analisis Awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah data diperoleh dari beberapa sumber seperti buku manual, observasi maupun wawancara, maka detail analisis dengan berbagai metode yang ada dapat mulai dilakukan. Untuk tahap awal, dapat dilakukan dengan mendaftar obyek dan aksi dasar. Cara mudah yang dapat ditempuh adalah dengan menelusuri dokumen-dokumen yang ada dan mencari kata benda yang akan menjadi obyek, serta kata kerja yang akan menjadi aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal ini tidaklah selamanya cukup. Tidak mudah mengenali posis i obyek dan aksi tersebut dalam dokumen terutama untuk obyek atau aksi yang dijelaskan secara implisit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.   Pengurutan dan Klasifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tehnik untuk membuat klasifikasi dan pengurutan entri berdasarkan beberapa atribut. Beberapa analis melakukan pengurutan dan klasifikasi sendiri, namun ada juga yang dibantu oleh ahli berdasarkan bidang analisis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4314145466858499880-8819867794501480951?l=denisiqbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denisiqbal.blogspot.com/feeds/8819867794501480951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2010/03/analisis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/8819867794501480951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/8819867794501480951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2010/03/analisis.html' title='तुगास ANALISIS'/><author><name>denniz iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03485822162348319321</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aCChwS5p9hI/SsGVb2q38sI/AAAAAAAAAAM/sXSrILDhpFY/S220/DSC00185.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4314145466858499880.post-5869184843047539868</id><published>2009-11-04T23:40:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T06:22:03.340-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;marquee&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tentang diriqu&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya perkenalkan diri, terima kasih buat semua nya......!!! jadi malu ne perkenalkan diri,hohohoh.....!!!!nama sayamuhammad Denis Iqbal,biasaNya sih anak kmPuz memanggil saya siJangkung.wkwkwkwk...!!! tapi emang bener temen-temen saya memanggil seButan itu, Tpi gPp itu motivasi saya,hahahah.... itu mah nginah ya.....!!!saya anak keTiga dari 4 bersaudara.... saya orangNya gak mau bertele2 dalam apapun sebisa saya dan semampu saya menYelesaikanNya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    sayasuka bngt berOlahraga Apalagi bASKET,yah paling maen basket ama tmen-temen kampuz,, tapi sekarang gy asyik2 nya maen futsaLL....!!!!hohohoho,sayalahir dy Bengkulu. di sumatra y,,,mungkin tmen2 sklian gtw BkL itu dmna,hhehehe... gk terkenal cih.....!!!tpi gpp tmpat w lahir dsna....oc lanjut......!!!kyk motto pak Presiden,, lanjUtan kan....!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    baek,, aktivitas skrng memperdalam ilmu yang saya kuasai,, seperti design photo,bljr databaSe,dan terutama merakit Pc n mengInsTall pC,,msih tahap blajar c,hehehhe..... jadi malu ne,hhohhooo... w ingin skali bhagiain ortu,dengan belajar dan berusaha semampu saya,karena orang tua ingin sekali anakNya berhsil itu jga demi diri saya sendiri untuk masa dEpan.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    karena orang tuasaya bisa kuliah,bisa menuntut ilmu,bisa mendenger saran dan nasihat orang tua,itu smw demi anak nya berhasil....!!!itu yang membuat saya memacu untuk slaLu  lebih giat lgi bljr dan bljar.....,jadi kngenn ne m ortu.......!!!!saya orang Nya slalu bertmna m cpa aj,,bukn sombong ye,,hahahahahah...!!!sayaorang nya pengen bljar n berkembang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    saya suka ngjhilin tmen2 kampuz aplgi tmen yng ska ngrjain orang saya krjain dy lagi,hehehhe.. mau gmana dy suka ngjhilin tak blas jhilin jga,,hahahahha....,&lt;br /&gt;hobi saya sekarang suka photo2 objek n suka bngt traveling......!!! kyk ad moment yng tidak bsa dilupakan,hehehehehe,,,,,oke mPE dsni aj y perkenalan saya..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sblum nY saya minta maAFklu ad kta2 ynag slah saya minta maf y TMen2.... nma nYA MaNUsia pasti tidak luput dari kslahan..... bae sayaad kata2 yang ingin disampainkn kpda tmen2 sklian gni kta2 Nya......!!!hehehe jdi mlu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorang pun sempurna.&lt;br /&gt;Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.&lt;br /&gt;Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah&lt;br /&gt;Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup, merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.&lt;br /&gt;Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri,&lt;br /&gt;semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri.&lt;br /&gt;Anda cuma bisa hidup sekali saja di dunia ini,&lt;br /&gt;tetapi jika anda hidup dengan benar,sekali saja sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   trimaksih pad tmen2 smw nya.... I LOVE U fUlll..........   bye..  bye.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4314145466858499880-5869184843047539868?l=denisiqbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denisiqbal.blogspot.com/feeds/5869184843047539868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2009/11/sebelum-saya-perkenalkan-diri-terima.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/5869184843047539868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/5869184843047539868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2009/11/sebelum-saya-perkenalkan-diri-terima.html' title=''/><author><name>denniz iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03485822162348319321</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aCChwS5p9hI/SsGVb2q38sI/AAAAAAAAAAM/sXSrILDhpFY/S220/DSC00185.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4314145466858499880.post-3498674311107765842</id><published>2009-11-04T23:06:00.000-08:00</published><updated>2009-11-04T23:14:09.572-08:00</updated><title type='text'>apa Itu WBS ..................!!!!!!</title><content type='html'>apa itu WBS........!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    WBS adalah proses heirarkis yang membagi pekerjaan proyek menjadi elemen - elemen pekerjaan yang lebih kecil penggunaan WBS membantu meyakinkan manajer proek bahwa semua produk dan elemen pekerjaan yang telah diidentifikasikan dan WBS digunakan sebagai basis pengendalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan planning, estimating, dan scheduling :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Planning : identifikasi kegiatan (tanpa menetapkan waktu awal dan waktu selesai)&lt;br /&gt;    * Estimating : menentukan ukuran dan durasi kegiatan&lt;br /&gt;    * Scheduling : menambahkan waktu awal dan waktu akhir kegiatan serta menentukan resource&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah project planning :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Menentukan tujuan dan ruang lingkup proyek&lt;br /&gt;    * Memilih daur hidup perangkat lunak&lt;br /&gt;    * Menentukan organization dan team form -&gt; kriteria yang diperlukan&lt;br /&gt;    * Memulai seleksi tim : berdasarkan knowledge dan expertise (pengalaman)&lt;br /&gt;    * Menentukan risiko : risiko kegagalan proyek, waktu, biaya, SDM&lt;br /&gt;    * Membuat Work Breakdown Structure (WBS) : task-task pada point 2 diperinci, kalau terlalu lama bisa dipecah antara 8-80 jam&lt;br /&gt;    * Identifikasi task&lt;br /&gt;    * Estimasi ukuran : lamanya proyek, banyaknya tim, banyaknya fungsional&lt;br /&gt;    * Estimasi effort : lamanya mengerjakan, biaya&lt;br /&gt;    * Identifikasi task dependecy : membuat Gantt Chart&lt;br /&gt;    * Assign resource : identifikasi staf-staf yang bertanggung jawab terhadap task&lt;br /&gt;    * Schedule work&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan pembuatan dan estimasi WBS : waktu (jadwal), pengelolaan, alat komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan activity dan task :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Activity : kumpulan task&lt;br /&gt;    * Task : kerja terkecil yang tidak dapat dibagi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elemen-elemen proyek : fungsi, activity, task.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam WBS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Contract WBS (CWBS) : high level tracking, 2 atau 3 level pertama untuk progress report (RFP / RFQ)&lt;br /&gt;    * Project WBS (PWBS) : lowest level tracking, dibuat untuk manajer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipe-tipe WBS :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Process WBS : activity-oriented. Contoh : requirement, analysis, design, coding, testing, maintenance&lt;br /&gt;    * Product WBS : entity-oriented. Contoh : financial engine, interface, database&lt;br /&gt;    * Hybrid WBS : gabungan antara process WBS dan product WBS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Work package adalah istilah umum untuk task-task diskrit dengan hasil akhir yang sudah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terjadi kemunduran waktu, jadwal proyek boleh direvisi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4314145466858499880-3498674311107765842?l=denisiqbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denisiqbal.blogspot.com/feeds/3498674311107765842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2009/11/apa-itu-wbs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/3498674311107765842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/3498674311107765842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2009/11/apa-itu-wbs.html' title='apa Itu WBS ..................!!!!!!'/><author><name>denniz iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03485822162348319321</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aCChwS5p9hI/SsGVb2q38sI/AAAAAAAAAAM/sXSrILDhpFY/S220/DSC00185.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4314145466858499880.post-6758851356454740668</id><published>2009-10-14T08:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-16T08:32:54.086-07:00</updated><title type='text'>menurut anda apa itu turunan parsial?</title><content type='html'>&lt;marquee&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Turunan Parsial&lt;/span&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sejarah turunan parsial:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   turunan parsial adalah sebuah perubahan nilai dari suatu fungsi yang mempunyai 2 variabel atau lebih secara sebagian atau tidak seluruhnya dan diturunkan satu-satu. Jika pada fungsi z = f(x,y) kita turunkan terhadap variabel x maka y akan dianggap sebagai konstanta dan bisa disebut kita mencari turunan parsial z terhadap x,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalkulus Diferensial dan Integral sangat luas penggunaannya dalam berbagai bidang&lt;br /&gt;seperti penentuan maksimum dan minimum suatu fungsi yang sering digunakan&lt;br /&gt;mahasiswa fakultas ekonomi dalam menentukan biaya optimum produksi dan&lt;br /&gt;penentuan keuntungan maksimum atau menentukan panjang maksimum suatu&lt;br /&gt;balok oleh mahasiswa fakultas teknik, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini telah cukup banyak buku - buku tentang kalkulus Diferensial dan&lt;br /&gt;Integral, baik yang menggunakan bahasa Indonesia maupun dalam bahasa asing&lt;br /&gt;terutama bahasa Inggris. Buku buku Kalkulus Diferensial dan Integral tersebut pada&lt;br /&gt;umumnya memuat defenisi – defenisi tentang turunan parsial dan kekontinuan suatu&lt;br /&gt;fungsi baik untuk satu peubah maupun untuk peubah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defenisi dan rumus-rumus yang disajikan pada buku-buku Kalkulus Diferensial dan&lt;br /&gt;Integral tetsebut pada umumnya tidaklah berbeda, dan kalaupun ada perbedaannya&lt;br /&gt;hanya terletak pada cara penulisannya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defenisi-defenisi yang ada pada buku-buku tersebut khususnya dalam turunan&lt;br /&gt;parsial dan kekontinuan suatu fungsi tidak menunjukkan adanya hal-hal yang khusus&lt;br /&gt;dimana defenisi tersebut tidak berlaku. Karena itu peneliti merasa tertarik untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengadakan suatu penelitian dalam Kalkukus Diferensial dan Integral khususnya&lt;br /&gt;tentang turunan parsial dan kekontinuan fungsi dengan dua peubah. Peneliti ingin&lt;br /&gt;mengetahui apakah ada hubungan antara turunan parsial dengan kekontinuan suatu&lt;br /&gt;fungsi di suatu titik tertentu melalui contoh-contoh penyanggah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;df&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--- (xo, yo) atau fy (xo, yo) dan didefenisikan sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f[(xo,(yo+ . y ] – f(xo,yo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;fY(xo,yo) = lim ---------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.y . 0 . y&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4314145466858499880-6758851356454740668?l=denisiqbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denisiqbal.blogspot.com/feeds/6758851356454740668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2009/10/menurut-anda-apa-itu-turunan-parsial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/6758851356454740668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/6758851356454740668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2009/10/menurut-anda-apa-itu-turunan-parsial.html' title='menurut anda apa itu turunan parsial?'/><author><name>denniz iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03485822162348319321</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aCChwS5p9hI/SsGVb2q38sI/AAAAAAAAAAM/sXSrILDhpFY/S220/DSC00185.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4314145466858499880.post-1101156292837467942</id><published>2009-09-29T21:28:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T21:35:22.390-07:00</updated><title type='text'>Konsep Manajemen Proyek ruang lingkup</title><content type='html'>&lt;div&gt;pengertian ruang lingkup&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Manajemen telah banyak disebut sebagai “seni unruk merealisasikan pekerjaan melalui orang lain”. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajemen mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan – pekerjaan itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Manajemen memang mempunyai pengertian lebih luas dari pada itu, tetapi definisi tersebut memberikan kenyataan kepada kita bahwa kita berutama mengelola sumber daya manusia, bukan material atau financial&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;manusia, masalah , dan problem. Urutannya tidak dapat berubah. Manajer yang lupa bahwa kerja RPL merupakan usaha manusia yang intens, tidak akan pernah akan meraih sukses dalam manajemen proyek. Seorang manajer yang gagal melakukan komunikasi pelanggan yang komprehensif di awal evolusi sebuah proyek, beresiko membangun pemecahan yang elegan untuk masalah- masalah yang salah. Akhirnya manajer yang tidak begitu memperhatikan proses , beresiko menyisipkan metode teknik yang cakap serta piranti ke dalam sebuah ruangan hampa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Manusia&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Model kematangan manajemen manusia membatasi area praktik berikut kunci bagi masyarakat perangkat lunak : rekruitmen , seleksi , manajemen untuk kerja , pelatihan , kompensasi , perkembangan karir, desain kerja , dan organisasi dan perkembangan tim/ kultur. Organisasi mencapai tingkat kematangan yang tinggi dalam area manajemen manusia memiliki kemiriipan yang lebih tinggi dari implementasi praktik rekayasa perangkat lunak yang efektif.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kontributor yang paling penting agar software project berhasil&lt;/div&gt;&lt;div&gt;memiliki orang yang cerdas dan pintar serta cakap, dengan kemampuan yang baik&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Organisasi dengan high levels maturity pada management people.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;mengimplementasikan effective software engineering&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Masalah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Sebelum memulai project, kita memerlukan untuk mengidentifikasi obyektifitasnya dan ruang lingkupnya, pemecahan alternatif harus dipertimbangkan , teknik dan batasppun harus didefinisikan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tanpa informasi ini tidak mungkin melakukan estimasi biaya yang dapat dipertanggung jawabkan (dan akurat); penilaian yang efektif terhadap resiko; merinci secara realistis tugas-tugas proyek; atau jadwal proyek yang dapat dikelola yang memberikan indikasi kemajuan yang berarti.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Faktor lain yang berhubungan:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;delivery deadlines, budgetary restrictions, personnel availability&lt;/div&gt;&lt;div&gt;technical interfaces, dan lainnya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Proses&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Proses perangkat lunak memberikan suatu kerangka kerja dimana rencana komprehensif bagi pengembangan perangkat lunak dapat dibangun. Sejumlah kecil aktivitas kerangka kerja yang dapat diaplikasikan pada semua proyek perangkat lunak , tanpa mempedulikan ukuran dan kompleksitasnya. Sejumlah kumpulan tugas yang berbeda tugas-tugas, milestone, kemampuan penyampaian dan jaminan kualitas memungkinkan aktivitas kerangka kerja disesuaikan dengan karakterisitik proyek perangkat lunak serta kebutuhan tim proyek. Akhirnya aktivitas pelindung seperti jaminan kualitas perangkat lunak, manajemen konfigurasi perangkat lunak , dan pengukurannya melapisi model proses yang ada. Aktivitas pelindung tidak tergantung pada satu aktivitas kerangka kerja dan ada pada keseluruhan proses.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;MANUSIA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;· Para pemain&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Proyek perangkat lunak diisi oleh para pemain yang dapat dikategorikan ke dalam salah satu dalam lima konstituen berikut :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Manajer senior&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang menentukan isu-isu bisnis yang sering memiliki pengaruh penting di dalam proyek&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Manajer proyek&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang harus merencanakan, memotivasi, mengorganisasi dan mengotrol sebuah produk dan aplikasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c. Pelaksana&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menyampaikan ketrampilan teknik yang diperlukan untuk merekayasa sebuah produk atau aplikasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;d. Pelanggan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menentukan jenis kebutuhan bagi perangkat lunak yang akan direkayasa&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;e. Pemakai akhir&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang berinteraksi dengan perangkat lunak bila perangkat lunak telah dikeluarkan untuk digunakan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;· Pimpinan tim&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemimpin tim yang dibutuhkan dalam proyek perangkat lunak adalah yang memenuhi persyaratan berikut ini :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Motivasi &gt;&gt; kemampuan memberikan dorongan orang teknik untuk melakukan atau menghasilkan sesuatu dengan kemampuan terbaiknya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Organisasi &gt;&gt; kemampuan untuk membentuk proses yang sedang berlangsung yang memungkinkan konsep dasar deterjemahkan ke dalam suatu akhir&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c. Gagasan dan inovasi &gt;&gt; kemampuan manusia untuk mendorong manusia lainnya menciptakan dan bertindak kreatif meskipun mereka berkerja dalam suatu ikatan yang dibangun untuk suatu produk atau aplikasi perangakat lunak yang spesifik&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Pemimpin proyek yang berhasil adalah yang akan menerapkan gaya manajemen pemecahan masalah yaitu bahwa seorang manajer proyek perangkat lunak harus berkonsentrasi pada pemahaman masalah yang akan dipecahkan, mengatur aliran gagasan, dan pada saat yang sama membiarkan orang setiap orang di dalam tim mengetahui penilaian kualitas dan bahwa hal tersebut tidak dapat dikompromikan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada 4 kunci yang menentukan manajer proyek itu efektif:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Pemecahan masalah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Identitas manajerial&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c. Prestasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;d. Pengaruh dan pembentukan tim&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;· Tim perangkat lunak informasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Ada organisasi yang mengembangkan perangkat lunak hampir sebanyak struktur organisasi manusia untuk pengembangan perangkat lunak. Karena baik atau buruknya struktur organisasi tidak akan dengan mudah di modifikasi. Perubahan perhatian organisasi kepada masalah praktis dan politis bukanlah merupakan ruang lingkup tanggung jawab manajer perangkat lunak tetapi organisasi manusia yang secara langsung terlibat dalam di dalam sebuah proyek perangkat lunak merupakan tanggung jawab manajer.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Struktut tim yang terbaik tergantung pada gaya manajemen sebuah organisasi , jumlah orang yang akan ada dalam tim tersebut serta keseluruhan kesulitan masalah. Ada 3 organisasi tim yang umum antara lain :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Demokrasi terdesentralisasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Terkontrol terdesentralisasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Terkontrol tercentralisasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;MASALAH&lt;/div&gt;&lt;div&gt;· Ruang lingkup&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Konteks &gt;&gt; bagaimana perangkat lunak yang akan dibangun dpat memenuhi sebuah system, produk, atau kontek bisnis yang lebih besar serta batasan apa yang ditentukan sebagai hasil dari konteks tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. tujuan informasi &gt;&gt; objek data pelanggan apa yang dihasilkan sebagai output dari perangkat lunak? Objek data apa yang diperlukan sebagai input?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. fungsi dan unjuk kerja &gt;&gt; fungsi apa yang dilakukan oleh perangkat lunak untuk mentransformasikan input data menjadi output? Adakah ciri kerja khusus yang akan ditekankan?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ruang lingkup proyek perangkat lunak harus tidak ambigu dan dapat dipahami pada tingkat teknis maupun manajemen. Pernyataan ruang lingkup perangkat lunak harus dibatasi dimana data kuantitatif dinyatakan dengan eksplisit serta factor mitigasi dijelaskan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;· Dekomposisi masalah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Problem decomposition –&gt; dua area:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. functionality dari delivery software system&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. process yang akan digunakan untuk mengantarkan system&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Functional decomposition:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. mengidentifikasi dan mendefinisikan cakupan fungsi dari sistem&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. mengaplikasikan metode dekomposisi pada masing-masing feature&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;PROSES&lt;/div&gt;&lt;div&gt;· Menggabungkan masalah dengan proses&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ø Komunikasi pelanggan – tugas untuk membangun komunikasi yang efektif diantara pelanggan dan pengembang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ø Perencanaan – tugas untuk mendefinisikan resource, timelines dsb&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ø Analisis resiko – tugas untuk menerima resiko teknik dan management&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ø Rekayasa – tugas untuk membangun satu sistem aplikasi atau lebih&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ø Konstruksi dan rilis – installation, release control, dan memberikan dukungan kepada pelanggan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ø Evaluasi pelanggan – tugas untuk mendapatkan feedback dari pelanggan dan hasil evaluasi demi memperbaiki kualitas dari produk aplikasi tersebut kedepannya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;· Dekomposisi proses&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Project yang kecil memerlukan beberapa tugas :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. mendevelop list dari masalah yang telah diklarifikasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. bertemu dengan customer untuk mengklarifikasikan masalah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. menggabungkan cakupan dari beberapa statement&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. mereview state dari scope&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. memodifikasikan cakupan statement yang diperlukan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Project yang komplit memerlukan beberapa tugas :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Mereview permintaan customer&lt;/div&gt;&lt;div&gt;2. Merencanakan dan menjadwalkan secara formal, fasilitas pertemuan dengan customer&lt;/div&gt;&lt;div&gt;3. Mengharapkan penelitian untuk mendefinisikan solusi dan pendekatan yang ada&lt;/div&gt;&lt;div&gt;4. Menyiapkan “dokumen pekerjaan” dan agenda untuk pertemuan formal&lt;/div&gt;&lt;div&gt;5. Mengharapkan terjadinya pertemuan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;6. Mengembangkan mini-spec untuk perbaikan, konsistensi, dan kelemahan pada ambiguitas&lt;/div&gt;&lt;div&gt;7. Memodifikasi cakupan dokumen yang diperlukan&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4314145466858499880-1101156292837467942?l=denisiqbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denisiqbal.blogspot.com/feeds/1101156292837467942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2009/09/konsep-manajemen-proyek-ruang-lingkup.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/1101156292837467942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/1101156292837467942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2009/09/konsep-manajemen-proyek-ruang-lingkup.html' title='Konsep Manajemen Proyek ruang lingkup'/><author><name>denniz iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03485822162348319321</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aCChwS5p9hI/SsGVb2q38sI/AAAAAAAAAAM/sXSrILDhpFY/S220/DSC00185.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4314145466858499880.post-9123506448669639097</id><published>2009-09-29T21:15:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T21:26:01.626-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div&gt;manejemen risiko bagi teknologi informasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;1. Pengertian Risiko teknologi informasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Analisa keamanan risiko dan manajemen risiko perlu diperhitungkan sebagai elemen terpadu dari rencana bisnis organisasi Thomas (.Tingkat keamanan di tiap organisasi harus proporsional terhadap risiko. Manajemen risiko adalah proses dari mengidentifikasi risiko, menilai risiko dan mengambil langkah untuk mengurangi risiko hingga ke level yang bisa diterima.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Definisi perbandingan risiko berdasarkan atas perbedaan budaya, bisnis dan lingkungan (Wei, Frinke. Terkait dengan dunia keamanan informasi, risiko digambarkan sebagai probabilitas yang perantara ancaman (sebabkan) akan mengkesploitasi kelemahan sistem untuk menciptakan kehilangan dari confidentiality, integrity dan availability dari asset &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Konsep berikut yang didapat dari definisi dari risiko membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Ancaman dapat didefinisikan sebagai tiap orang atau benda yang membahayakan untuk asset . Vulnarebility adalah kelemahan, kekurangan, lubang atau apapun yang mungkin dieksploitasi oleh ancaman yang kemudian akan menghasilkan kerusakan . Availability adalah persyaratan yang membuat pengguna yang terautorisasi melanjutkan akses ke informasi dan sumber daya sistem. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Confidentiality dari informasi adalah jaminan informasi bersifat dapat diakses oleh orang yang terautosiasi untuk melihatnya . Integrity adalah jaminan pesan tidak mengalami perubahan apapun selama dalam pemancaran, baik secara bebas atau karena kesalahan pemancaran . Asset adalah sesuatu yang bisa diukur atau tidak bisa diuksur dan bernilai bagi organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;Proyek perangkat lunak diisi oleh para pemain yang dapat dikategorikan ke dalam salah satu dalam lima konstituen berikut :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Manajer senior&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang menentukan isu-isu bisnis yang sering memiliki pengaruh penting di dalam proyek&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Manajer proyek&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang harus merencanakan, memotivasi, mengorganisasi dan mengotrol sebuah produk dan aplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c. Pelaksana&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menyampaikan ketrampilan teknik yang diperlukan untuk merekayasa sebuah produk atau aplikasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;d. Pelanggan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menentukan jenis kebutuhan bagi perangkat lunak yang akan direkayasa&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;e. Pemakai akhir&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yang berinteraksi dengan perangkat lunak bila perangkat lunak telah dikeluarkan untuk digunakan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;· Pimpinan tim&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pemimpin tim yang dibutuhkan dalam proyek perangkat lunak adalah yang memenuhi persyaratan berikut ini :&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Motivasi &gt;&gt; kemampuan memberikan dorongan orang teknik untuk melakukan atau menghasilkan sesuatu dengan kemampuan terbaiknya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Organisasi &gt;&gt; kemampuan untuk membentuk proses yang sedang berlangsung yang memungkinkan konsep dasar deterjemahkan ke dalam suatu akhir&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c. Gagasan dan inovasi &gt;&gt; kemampuan manusia untuk mendorong manusia lainnya menciptakan dan bertindak kreatif meskipun mereka berkerja dalam suatu ikatan yang dibangun untuk suatu produk atau aplikasi perangakat lunak yang spesifik&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Pemimpin proyek yang berhasil adalah yang akan menerapkan gaya manajemen pemecahan masalah yaitu bahwa seorang manajer proyek perangkat lunak harus berkonsentrasi pada pemahaman masalah yang akan dipecahkan, mengatur aliran gagasan, dan pada saat yang sama membiarkan orang setiap orang di dalam tim mengetahui penilaian kualitas dan bahwa hal tersebut tidak dapat dikompromikan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada 4 kunci yang menentukan manajer proyek itu efektif:&lt;/div&gt;&lt;div&gt;a. Pemecahan masalah&lt;/div&gt;&lt;div&gt;b. Identitas manajerial&lt;/div&gt;&lt;div&gt;c. Prestasi&lt;/div&gt;&lt;div&gt;d. Pengaruh dan pembentukan tim&lt;/div&gt;&lt;div&gt;· Tim perangkat lunak&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Ada organisasi yang mengembangkan perangkat lunak hampir sebanyak struktur organisasi manusia untuk pengembangan perangkat lunak. Karena baik atau buruknya struktur organisasi tidak akan dengan mudah di modifikasi. Perubahan perhatian organisasi kepada masalah praktis dan politis bukanlah merupakan ruang lingkup tanggung jawab manajer perangkat lunak tetapi organisasi manusia yang secara langsung terlibat dalam di dalam sebuah proyek perangkat lunak merupakan tanggung jawab manajer.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Struktut tim yang terbaik tergantung pada gaya manajemen sebuah organisasi , jumlah orang yang akan ada dalam tim tersebut serta keseluruhan kesulitan masalah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4314145466858499880-9123506448669639097?l=denisiqbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denisiqbal.blogspot.com/feeds/9123506448669639097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2009/09/manejemen-risiko-bagi-teknologi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/9123506448669639097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/9123506448669639097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2009/09/manejemen-risiko-bagi-teknologi.html' title=''/><author><name>denniz iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03485822162348319321</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aCChwS5p9hI/SsGVb2q38sI/AAAAAAAAAAM/sXSrILDhpFY/S220/DSC00185.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4314145466858499880.post-2031466297302598250</id><published>2009-09-29T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T20:59:39.281-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2&gt;&lt;a href="http://rieko.wordpress.com/2008/01/26/prinsip-organisasi-manajemen-proyek/" title="Permalink"&gt;Bentuk- Bentuk Manajemen ruang lingkup  Proyek&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p&gt;BAB I&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;MANAJEMEN PROYEK&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1.1 Pengertian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Manajemen telah banyak disebut sebagai “seni unruk merealisasikan pekerjaan melalui orang lain”. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajemen mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan – pekerjaan itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Manajemen memang mempunyai pengertian lebih luas dari pada itu, tetapi definisi tersebut memberikan kenyataan kepada kita bahwa kita berutama mengelola sumber daya manusia, bukan material atau financial. We are managing human resources. Selain manajemen mencakup fungsi perencanaan (penetapan apa yang akan dilakukan), pengorganisasian (perancangan dan penugasan kelompok kerja), penyusun personalia (penarikan, seleksi, pengembangan pemberian kompensasi dan penilaian prestasi kerja), pengarahan (motivasai, kepemimpinan, integritas, dan pengelolaan konflik) dan pengawasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Pengertian manajemen begitu luas, sehingga dalam kenyataannya tidak ada definisi yang yang digunakan secara konsisten oleh semua orang. Seperti yang dikemukakan oleh Stoner ebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Dari devinisi diatas terlihat bahwa Stoner telah menggunakan kata proses bukan seni. Mengartikan manajemen sebagai seni mengandung arti bahwa hal itu adalah kemampuan dan keterampilan pribadi. Suatu proses adalah cara sistematis untuk melakukan pekerjaan. Manajemen didefinisikan sebagai proses karena semua manajer, tanpa memperdulikan keahlian atau keterampilan khusus mereka. Harus melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Proses tersebut terdiri dari kegiatan-kegiatan manajemen, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengwasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1.2 Unsur-Unsur Manajemen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Komponen-komponen sistem yang berupa unsur atau subsistem terkait satu dengan yang lain dalam suatu rangkaian yang membentuk sistem Fungsi dan efektifitas sistem dalam usaha maencapai tujuannya tergantung dari ketepatan susunan rangkaian atau struktur tehadap tujuan yang telah ditentukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;a. Bersifat Dinamis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sistem menunjukan sifat yang dinamis, dengan prilaku tertentu. Prilaku sistem umumnya dapat diamati pada caranya mengkonversikan masukkan (input) menjadi hasil (output ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;b. Sistem Terpadu Lebih Besar Daripada Jumlah Komponen-komponennya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bila elemen atau bagian tersebut tersusun atau terorganisir secara benar, maka akan terjalin satu sistem terpadu yang lebih besar dari pada jumlah bagiannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;c. Mempunyai Arti yang Berbeda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Satu sistem yang sama mungkin dipandang atau diartikan berbeda, tergantung siapa yang mengamatinya dan untuk kepentingan apa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;d. Mempunyai Sasaran yang Jelas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Salah satu tanda keberadaan sistem adalah adanya tujuan atau sasaran yang jelas. Umumnya identifikasi tujuan merupakan langkah awal untuk mengetahui perilaku suatu sistem dan bagiannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;e.Mempunyai Keterbatasan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Disebabkan oleh factor luar dan dalam. Faktor luar berupa hambatan dari lingkungan, sedangkan factor dari dalam adalah keterbatasan sumber daya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Siklus dan Proses system&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Aspek penting dari pendekatan system terletek pada siklus system dan prosesnya, yaitu perubahan teratur yang mengikuti pola dasar tertentu dan terjadi selama system masih aktif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;a. Penahapan Dalam Siklus Sistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Proses mewujudkan sisrtem untuk keperluan operasi atau produksi sampai siklus system berhenti berfungsi dikelompokan menjadi beberapa tahap yang dibedakan atas jenis kegiatan yang dominant.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Siklus Sistem dan Siklus Biaya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Dalam rangka mewujudkan gagasan menjadi kenyataan fisik, maka perlu penilaian menyeluruh terhadapsistem yang bersangkutan. Yang dinilai adalah karakteristik system yang dijabarkan sebagai parameter, spesifikasi,dan criteria terhadap biaya yang diperlikan. Siklus biaya (life cycle cost), mencakup semua biaya yang diperlukan selama periode siklus system, yaitu dari penelitian dan pengembangan, desain engineering, manufaktur dan kontruksi, sampai pada opersai atau produksi atau utilisasi dan pemeliharaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;ORGANISASI PROYEK&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2.1. Konsep Organisasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bentuk lain dari pembagian atau pengelompokan teori-teori organisasi adalah konsepsi prespektif yang ditemukan oleh Edgar Huse dan James Bowditch. Pada aslinya konsep perspektif ini digunakan kelompok manajemen didekati dari teori system. Akan tetapi inti pembahasannya dapat dipergunakan pula untuk bahasan-bahasan organisasi.Itulah sebabnya berikut ini dikemukakan konsep prespektif tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Prespektif I&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Intinya sama dengan paham tradisional yang melihat organisasi atau manajemen dari prespektifrancangan yang berstruktur. Aliran-aliran prespektif ini hanya memikirkan isu-isu tentang bagaimana organisasi seharusnya disusun, fungsi-fungsi yang seharusnya dijalankan , siapa yang seharusnya menjadi pemimpin dan bawahan, dan &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;gaya&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; kepemimpinan apa yang harus dijalankan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; tiga komponen yang mempunyai sejarah, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Aliran prinsip-prinsip universal dari manajemen atau organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2. Aliran struktural.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3. Aliran manajemen ilmiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Aliran Prinsip Universal, berpijak pada pendapat henri Fayol yang menyatakan bahwa sesuatu organisasi itu diatur berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Adanya pengembangan kerja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2.Adanya otoritas dan tanggung jawab&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3. Adanya disiplin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;4.Adanya kesatuan komando&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;5.Adanya kesatuan pengarahan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;6.Adanya system pengkajian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;7.Adanya sentralisasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;8.Adanya jenjang pengawasan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Aliran Strukrural, berdasarkan pondapat dari Max Weber, organisasi suatu tatanan birokrasi yang berstruktur yang melangsungkan kegiatannya sesuai dengan aturan-aturan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Aliran Manajemen Ilmiah, yang dipelopori oleh Frederick W Taylor memberikan lebih banyak penekanan pada pengukuran kerja yang dilakukan oleh para pekerja dibandingkan dari prinsip-prinsip organisasinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Prespektif II&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Huse dan Browdrich menanamakan prespektif ini dengan aliran pekerjaan (work-flow). Operasi ini mempergunakan teknik-teknik yang kemudian dikenal sebagai riset operasional. Adapun cirri-ciri dari riset operasional ini antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1.Melakukan formulasi persoalan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2.Menyusun konstruksi model matematis untuk menampilkan suatu system yang sedang dipelajari&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3.Menarik suatu kesimpulan dari model yang disusun tersebut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;4.Menguji model dan kesimpulan-kesimpulan yang ditarik model tersebut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;5.Menetapkan control atas kesimpulan-kesimpulan yang diambil&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;6.Mengambil kesimpulan itu untuk melaksanakan implementasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Prespektif III&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Prespektif ini dinamakan prespektif kemanusiaan (the human prespective). Pandangan pemikiran dalam prespektif ini ialah menekankan bahwa unsur manusia dalam setiap kerja kelompok dirasakan lebih penting dari pada sekedar struktur dan hirarki yang membentang pada setiap jajaran organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; tiga unsur yang menonjol sebagai komponen dari perspektif kemanusiaan ini. Ketiga komponen itu antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Aliran Hubungan Kemanusiaan ( &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Human&lt;/span&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Relations&lt;/span&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;School&lt;/span&gt;&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2. Aliran Pengembangan Organisasi ( Organizational &lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Development&lt;/span&gt;&lt;/st1:placename&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;st1:placetype st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;School&lt;/span&gt;&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3. Aliran Pemikiran Multidimensional ( The Multidimensional Theorists )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2.2 Prinsip – Prinsip Organisasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Ciri-ciri organisai yang baik :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Adanya tujuan yang jelas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2. Tujuan organisasi harus dipahami oleh semua orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3. Tujuan organisasi harus diterima oleh semua individu dalam organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;4. Adanya kesatuan arah dalam organisasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;5. Adanya struktur organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;6. Adanya jaminan jabatan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;7. Adanya koordinasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Beberapa prinsip dasar penting yang dapat disimpulkan dari pendapat para tokoh manajemenmodern adalah sebagai berikur :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat (peranan, prosedur, prinsip).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2. Manajemen harus sistematuk, dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara hati-hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3. Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;4. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja tehadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2.3. Bentuk-Bentuk Organisasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Agar proses diatas berlangsung dengan baik, dibutuhkan suatu wadah dalam bentuk struktur organisasi. Struktur organisasi formal akan menunjukan hal-hal berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1.Macam-macam pokok kegiatan organisasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2.Pembagian menjadi kelompok atau subsistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3.Adanya hirarki, wewenang dan tanggung jawab bagi kelompok dan pimpinan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;4. Pengaturan kerjasama, jalur pelopor, dan komunikasi, meliputi jalur vertikal dan horizontal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bentuk struktur formal yang terkenal adalah fungsional, produk, area,, dan matriks.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2.3.1 Organisasi Fungsional&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Disebut organisasi fungsional karena organisasi ini dipecah atau dikelompokkan menjadi unit berdasarkan fungsinya. Ciri utama organisasi fungsional ialah memiliki strutur piramida dengan konsep otoritas dan hirarki vertikal dengan sifat-sifat berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Prinsip komando tunggal dimana masing-masing personil hanya memiliki satu atasan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2.Setiap personil mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang jelas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3.Arus informasi dan pelaporan bersifat vetikal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;4.Hubungan horizontal diatur dengan prosedur kerja, kebijakan, dan petunjuk pelaksana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;5.Mekanisme koordinasi perunit, bila diperlukan dilakukan, dengan rapat-rapat atau membentuk panitia perwakilan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Keuntungan-keuntungan organisasi fungsional :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1.Memudahkan pengawasan karena personil melapor hanya kepada satu atasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2.Adanya potensi meningkatkan keterampilan dan keahlian individu serta kelompok untuk menjadi spesialis pada bidangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3.Konsentrasi personil terpusat pada sasaran bidang yang bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;4.Penggunaan sumber daya yang efisian sebai akibat pekerjaan yang sejenis dan berulang-ulang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;5.Memudahkan pengendalian kinerja personil serta biaya, jadwal dan mutu produk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Kesulitan yang Dihadapi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sesuai dengan maksud pembentukannya,struktur fungsional ditujukan untuk menangani kegiatan atau masalah yang dapat diantisipasi dan diklasifikasi. Kesulitan yang dihadapi biasanya keterbatasan struktur fungsional, ialah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1.Cenderung memprioritaskan kinerja dan keluaran masing-masing bidang. Hal ini dapat mengurangi perhatian tujuan perusahaan secara menyeluruh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2.Makin besar organisasi, makin panjang prosedur pengambilan keputusan, hal ini memungkinkan terjadinya distorsi informasi dan urgensi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3.Sulit mengkoordinasi dan mengintegrasikan pekerjaan yang multidisiplin dan melibatkan banyak pihak diluar organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;4.Kurangnya jalur komunikasi horizontal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2.3.2. Organisasi Produk dan Area&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Penyusunan struktur organisasi perusahaan-perusahaan besar yang kegiatan usahanya menagani berbagai macam produk, didasarkan atas orientasi produk. Ini terjadi bilaman perusahaan merasa bahwa jumlah dan keanekaragaman produk terlalu besar sehingga sulit untuk ditangani dengan struktur fungsional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2.3.3. Organisasi Matriks&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bila struktur organisasi mempunyai jalur pelaporan dan arus kegiatan vertical, maka pada organisasi matriks disamping jalur formal vertical terdapat pula jalur formal horizontal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2.3.4. Organisasi Proyek&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Telah disebutkan sebelumnya bahwa organisasi adalah sarana untuk mencapai tujuan. Adapun unsur-unsur konsep manajemen proyek yang berkaitan erat dan perlu dicerminkan dalan struktur organisasi berkisar pada :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;a. Arus vertical disamping horizontal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;b. Penaggung jawab tunggal atas terselenggaranya proyek&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;c. Pendekatan dalam perencanaan dalam implementasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Pendekatan yang diperlukan untuk membahas struktur organisasi proyek dalam dengn mengindentifikasi dan menganalisis struktur organisasi yang digolongkan menjadi :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;a. Organisasi proyek fungsional ( OPF ) dengan variasinya, yaitu organisasi proyek koordinator ( OPK ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;b. Organisasi proyek murni ( OPMi )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;c. Organisasi proyek matriks (OPM )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Kelemahan atau kekurangan adalah masih banyak hal-hal yang tidak jelas atau tidak ditunjukan. Sebagai contoh, tidak menunjukan seberapa besar wewenang dan tanggung jawab setiap manajerial, tidak menunjukan hubungan-hubungan informal dan saluran komunikasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; SISTEM, INFORMASI DAN MANAJEMEN &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Walaupun kenyataan sudah menunjukkan bahwa computer adalah alat untuk mengolah data, namun banyak manajer beranggapan computer adalah unsur inti dalam suatu sistem informasi. Sikap ini melebihkan nilai computer dan mengkaburkan peranannya. Peranan dari sebuah computer adalah untuk menyediakan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan-keputusan dan untuk operasi perencanaan (planning) dan pengendalian (control).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;SISTEM secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu set unsur-unsur yang tergabung menjadi satu untuk suatu tujuan bersama. Semua sistem merupakan bagian dari sistem-sistem lain yang lebih besar. Pada suatu organisasi proyek, organisasi itulah sistemnya dan bagian-bagiannya adalah departemen-departemen/bagian-bagian/biro-biro dalam proyek itu sebagai sub sistemnya. Integrasi dari sub-sitem-sub-sistemnya diusahakan melalui penukaran (interchange) informasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;INFORMASI perlu dibedakan dengan pengertian DATA, dan perbedaan ini harus jelas dan adalah penting untuk maksud sistem informasi manajemen. Data adalah kenyataan dan angka-angka yang sedang tidak dipakai dalam suatu proses pengambilan keputusan, dan data biasanya berbentuk “historical records” yang dicatat dan disimpan tanpa maksud segera digunakan/dikeluarkan untuk pengambilan keputusan. Informasi terdiri dari data yang sudah diperoleh kembali (dari records), dan telah diolah atau digunakan untuk maksud-maksud informatif atau kesimpulan, ataupun sebagai dasar untuk prediksi atau pengambilan keputusan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;MANAJEMEN telah diartikan dalam berbagai pengertian, tetapi dalam pembahasan ini manajemen terdiri dari proses-proses atau kegiatan-kegiatan yang mengutamakan apa yang dilakukan manajer-manajer dalam mengoperasikan organisasi yang dipercayakan kepadanya; yakni operasi-operasi perencanaan, pengorganisasian, inisiatif dan pengendalian. Manajer merencanakan dengan menetapkan strategi dan tujuan serta memilih arah tindakan yang terbaik agar rencana-rencana itu dapat tercapai. Manajer mengatur tugas-tugas juga menyelesaikan tugas-tugas itu dalam kelompok-kelompok yang kompak serta mengatur pelimpahan wewenang-wewenang. Kemudian manajer mengendalikan prestasi/performa dari pekerjaan dengan menentukan standar-standar performa serta mencegah penyimpangan-penyimpangan terhadap standar-standar tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Membangun Strategi SI/TI, Menetapkan Proses Yang Efektif &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Membangun strategi SI/TI dimaksudkan sebagai berpikir strategis dan merencanakan manajemen jangka panjang yang efektif serta pengaruh optimal informasi dalam segala bentuk: Sistem Informasi dan Teknologi Informasi dengan menggunakan sarana manual dan sistem komputer, teknologi komputer dan telekomunikasi. Termasuk di dalamnya aspek organisasi dari manajemen SI/TI.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Lederer dan Sethi mendefinisikan membangun strategi SI/TI sebagai suatu proses memutuskan sasaran organisasi SI/TI dan mengidentifikasikan aplikasi SI/TI potensial yang harus diimplementasikan oleh organisasi secara keseluruhan. Perspektif lanjut, yang mendukung hubungan erat antara bisnis dan strategi SI “ Strategi SI membawa bersama tujuan bisnis perusahaan, pemahaman mengenai informasi yang diperlukan untuk mendukung tercapainya tujuan, dan implementasi sistem komputer untuk menyediakan informasi yang dimaksud. Membangun strategi SI/TI merupakan rencana untuk membangun sistem menuju visi masa depan dari peran SI dalam organisasi. Definisi lebih baru, yang cocok dengan pendekatan buku ini, adalah “proses mengidentifikasi portofolio aplikasi berbasis komputer untuk diimplementasikan, yang keduanya diselaraskan dengan strategi perusahaan dan memiliki kemampuan untuk menciptakan keunggulan atas para pesaing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sasaran umum bagi organisasi yang memakai proses strategi SI/TI adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Penyelarasan SI/TI dengan bisnis guna mengidentifikasikan di mana SI/TI memberi kontribusi paling besar, dan penentuan prioritas investasi;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Memperoleh keunggulan kompetitif dari peluan bisnis yang diciptakan dengan memanfaatkan SI/TI;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Membangun infrastruktur masa depan yang fleksibel dan hemat biaya;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Memperkuat sumber daya dan kompetensi dalam memanfaatkan SI/TI dengan sukses di organisasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Bab ini berkenaan dengan menetapkan kerangka kerja dan proses untuk membangun strategi SI/TI, yang diasumsikan terintegrasi secara erat dengan strategi bisnis, dan agar efektif, harus merupakan proses yang berkelanjutan, dengan aliran deliverables yang menyambung dengan luaran pemikiran dan perecanan strategi bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Apabila proses formulasi strategi SI/TI belum ditetapkan, mungkin diperlukan untuk mengambil inisiatif dalam satu atau lebih area bisnis, untuk membangun pengembangan kesadaran mengenai pentingnya memberikan manfaat nyata kepada bisnis melalui aplikasi SI/TI dalam mendukung kebutuhan kritis bisnis, dan untuk mencapai transisi dalam rentang waktu yang dapat diterima. Hal ini juga menawarkan peluang untuk memastikan metoda perencaan kuno diakhiri, dan pendekatan yang lebih baik, lebih komprehensif digunakan. Proses ini harus mengenalkan bidang pengetahuan yang diperlukan, kendali dan teknik baru, menetapkan hubungan yang lebih baik, dan identifikasi tugas dan tanggun jawab dan sekaligus mendefinisikan kebutuhan sumber daya perencanaan. Namun demikian, segera setelah itu, proses strategi SI/TI membutuhkan utuk menjadi bagian integral dari pengembangan strategi bisnis, rencana bisnis dan implementasi selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Salah satu argumen yang paling memaksakan untuk integrasi bisnis dan formulasi strategi SI/TI adalah keterbatasan sumber daya bisnis dapat dialokasikan dalam cara yang logis untuk rencana dan strategi yang secara kolektif akan memberian manfaat bagi bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Kebijakan dan Perencanaan Proyek Sistem Informasi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Suatu sistem informasi dapat dikembangkan karena adanya kebijakan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;dan perencanaan telebih dahulu. Tanpa adanya perencanaan sistem yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;baik, pengembangan sistem tidak akan dapat berjalan sesuai dengan yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;diharapkan. Tanpa adanya kebijakan pengembangan sistem oleh manajemen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;puncak, maka pengembangan sistem tidak akan mendapat dukungan dari&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;manajemen puncak tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3.2.1. Kebijakan Sistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Kebijakan untuk mengembangkan sistem informasi dilakukan oleh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;manajemen puncak karena manajemen menginginkan untuk meraih&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;kesempatan-kesempatan yang ada yang tidak dapat diraih oleh sistem yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;lama atau sistem lama mempunyai kelemahan (masalah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3.2.2. Perencanaan Sistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Perencanaan sistem menyangkut estimasi sumberdaya (kebutuhan-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;kebutuhan fisik dan tenaga kerja) dan biaya. Perencanaan sistem terdiri dari :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;perencanaan jangka pendek (periode 1–2 tahun) dan jangka panjang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;(periode sampai 5 tahun).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Perencanaan sistem biasanya ditangani oleh staf perencanaan sistem,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;departemen pengembangan sistem atau depertemen pengolahan data.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3.2.3. Proses Perencanaan Sistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Proses perencanaan sistem dapat dikelompokkan dalam tiga proses&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;utama, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Merencanakan proyek-proyek sistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Tahapan proses perencanaan sistem yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mengidentifikasi proyek-proyek sistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Menetapkan kendala proyek-proyek sistem (mis. Batasan biaya, waktu,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;umur ekonomis, peraturan yang berlaku)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Menetukan prioritas proyek-proyek sistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Membuat laporan perencanaan sistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Meminta persetujuan manajemen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Persiapan ini meliputi :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Menunjuk team analis (dapat berasal dari departemen pengembangan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;yang ada atau dari luar perusahaan (konsultan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mengumumkan proyek pengembangan sistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Mendefinisikan proyek-proyek sistem yang dikembangkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Melakukan studi untuk mencari alternatif pemecahan terbaik yang paling&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;layak untuk dikembangkan. Tahapan yang dilakukan yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Mengidentifikasi kembali ruang lingkup dan sasaran proyek sistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Melakukan studi kelayakan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Menilai kelayakan proyek sistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Membuat usulan proyek sistem&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Meminta persetujuan manajemen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;III_Manajemen Proyek Sistem Informasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3.3. Perkiraan Proyek Sistem Informasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Sekarang biaya merupakan elemen yang paling penting dan mahal dalam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;pengembangan sistem berbasis komputer. Perkiraan biaya yang salah atau kurang tepat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;dapat mengurangi keuntungan atau malah kerugian. Perkiraan biaya sistem informasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;dan usaha tidak dapat dihitung dengan tepat, karena banyak variabel (manusia, teknikal,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;lingkungan) yang mempengaruhinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Untuk mencapai perkiraan biaya dan usah yang dapat diandalkan, digunakan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;pilihan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Memperkirakan waktu yang paling lama dari pengerjaan proyek&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Perkiraan berdasarkan pada proyek yang sama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Menggunakan teknik dekomposis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Menggunakan satu atau lebih model empiris&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Memperkirakan waktu untuk menyelesaikan setiap kegiatan merupakan bagian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;yang paling sulit, untuk itu butuh pengalaman dalam memperkirakan waktu yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;diperlukan. Penjadwalan tugas-tugas (kegiatan) dapat menggunakan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Grafik Gantt&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Merupakan suatu grafik dimana ditampilkan kotak-kotak yang mewakili setiap tugas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;(kegiatan) dan panjang masing-masing setiap kotak menunjukkan panjang relatif&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;tugas-tugas yang dikerjakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2. Diagram PERT (Program Evaluation and Review Techniques)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Suatu program (proyek) diwakili dengan jaringan simpul dan tanda panah yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;kemudian dievaluasi untuk menentukan kegiatan-kegiatan terpenting, meningkatkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;jadwal yang diperlukan dan merevisi kemajuan-kemajuan saat proyek telah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;dijalankan. Diagram PERT lebih baik dari Gantt, karena :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;- Mudah mengidentifikasi tingkat prioritas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;- Mudah mengidentifikasi jalur kritis dan kegiatan-kegiatan kritis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;- Mudah menentukan waktu kendur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3. Penjadwalan proyek berbasis komputer&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;menggunakan PC untuk membuat jadwal proyek lebih praktis dan menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Contoh program penjadwalan yaitu Ms Project, Symantec’s Timeline dan Computer&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Associates’ CA-Super Project.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;III_Manajemen Proyek Sistem Informasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;5Page 6&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Proses pengembangan sistem informasi (PL) dikembangkan oleh pelaku-pelaku&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;yang dapat dikatagorikan dalam 5 kelompok :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;1. Manajer senior, yang bertugas mendefinisikan permasalahan-permasalahan bisnis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;dan sangat berpengaruh pada proyek tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;2. Manajer proyek (teknik), yang merencanakan, memotivasi, mengorganisasi dan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;mengontrol orang-orang yang bekerja dalam proyek tersebut (praktisi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;3. Praktisi, adalah orang yang mempunyai kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;mendapatkan produk sistem informasi (program aplikasi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;4. Pelanggan, adalah orang yang membutuhkan sistem informasi (PL) tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;5. Pengguna akhir, orang yang berinteraksi dengan sistem informasi (PL) yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;dikaitkan dengan penggunaan produk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;PENYAJIAN INFORMASI DAN LAPORAN &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Dalam melaksanakan manajemen proyek diperlukan komunikasi yang cukup intens, sebab komunkasi ini dapat diibaratkan sebagai minyak pelumas yang memperlancar gerak proyek menuju sukses. Penyampaian komunikasi secara baik perlu diatur dan ini jelas akan merupakan bagian dari sistem informasi manajemen dalam proyek tersebut. Maka menjadi teramat penting untuk memperhatikan PENYAJIAN INFORMASI-INFORMASI tersebut. Presentation of information sangat penting agar berbagai pihak dalam proyek dan di luar organisasi proyek benar-benar memperoleh informasi yang berguna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Komunikasi lisan dilakukan dalam rapat-rapat, dimana masalah agenda, risalah dan lain-lain cara penyajian yang digunakan perlu mendapat perhatian. Dalam komunikasi yang tertulias kita kenal teknik-teknik penyajian seperti charts, bagan-bagan, table-tabel dan lain-lain. (graph/curve, bar chart, column, mixed/combination chart, circle chart). Laporan-laporan menduduki tempat yang penting dalam penyajian informasi ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Penyajian informasi kepada manajemen dan staf pada semua tingkat, memerlukan pemikiran, kesabaran dan pengamqan oleh manajer proyek dan/atau stafnya. Salah satu hal yang perlu diingat adalah, bahwa penyajian itu harus disesuaikan dengan tingkat manajemen yang akan menerima informasi itu, misalnya top-departemen, tingkat manajer fungsional/departemen, manajer operasional dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Unsur-unsur informasi manajemen pada proyek-proyek yang penting adalah : • Perbandingan (rasio) biaya terhadap anggaran. • Perbandingan (rasio) kemajuan proyek terhadap rencana/jadwal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Dalam manajemen banyak digunakan rasio-rasio untuk indikator-indikator. Rasio lebih memberikan arti daripada angka-angka yang berdiri sendiri, sehingga rasio-rasio semacam ini dapat membantu pimpinan dalam : • Menganalisa situasi dalam perencanaan. • Memonitor hasil kerja (performance) dalam perencanaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Dengan menggunakan rasio-rasio itu, manajemen dapat mengambil tindakan yang relevan dangan problema yang ada dan terhindar dari kemungkinan tindakan yang tidak relevan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Unsur-unsur informasi manajemen lain adalah antara lain : • Perkiraan biaya yang akan dihadapi. • Perkiraan penyelesaian bagian-bagian proyek. • Masalah-masalah yang timbul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Dalam menyajikan informasi mengenai hal-hal yang berulang terjadi misalnya progress bulanan atau pekanan, maka kerap kali bukan lagi masing-masing angka yang penting, tetapi lebih diperlukan fluktuasi-fluktuasi itu dirubah menjadi suatu laju (trend), misalnya dengan menunjukkan “angka rata-rata yang bergerak” (moving averages)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Walaupun penggunaan table-tabel, grafik-grafik/charts dan lain-lain gambar akan mempermudah proses mengambil keputusan oleh manajemen, namun ini tidak berarti bahwa penyajian informasi tidak lagi perlu adanya laporan tertulis. Tetapi singkat serta senantiasa memperhatikan tingkat-tingkat manajemen yang menerimanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Tidak ada manajer yang ingin menghabiskan waktunya untuk menelusuri laporan yang panjang dan ternyata menemukan posisi keadaan tidak diuraikan secara jelas pada bagian akhir laporan tersebut, sedangkan sebenarnya keadaan sudah mendesak agar segera diambil keputusan-keputusan oleh manajer proyek. Umpan balik (feedbacks) dan pengendalian (control) di dalam tubuh proyek berkaitan erat dengan sistem informasi pada manajemen proyek sendiri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4314145466858499880-2031466297302598250?l=denisiqbal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denisiqbal.blogspot.com/feeds/2031466297302598250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2009/09/bentuk-bentuk-manajemen-ruang-lingkup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/2031466297302598250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4314145466858499880/posts/default/2031466297302598250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denisiqbal.blogspot.com/2009/09/bentuk-bentuk-manajemen-ruang-lingkup.html' title=''/><author><name>denniz iqbal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03485822162348319321</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_aCChwS5p9hI/SsGVb2q38sI/AAAAAAAAAAM/sXSrILDhpFY/S220/DSC00185.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
